Oleh: championschool | 8 Mei, 09

Gagal itu penting

The Art of Failure merupakan ilmu yang sangat penting bagi siapa saja, karena mempersiapkan diri menghadapi kegagalan jauh lebih penting daripada mempersiapkan diri untuk menyambut kesuksesan

Saya sangat senang mengangkat tema tulisan tentang kegagalan, selain saya sangat sering mengalaminya ternyata dalam kehidupan ini tingkat kegagalan jauh lebih tinggi daripada tingkat kesuksesan. Buktinya jumlah orang-orang yang sukses jauh lebih sedikit dibanding mereka yang gagal, lalu mengapa tidak memperdalam pengetahuan tentang kegagalan, karena kemungkinannya datang menimpa diri jauh lebih besar dibanding kesuksesan, selain itu jika tidak pernah mempersiapkan diri untuk hadapi kegagalan bersiap-siaplah untuk kecewa & putus asa.

Contoh yang lagi hangat saat ini adalah pasca Pemilu 2009 kemarin banyak dari para caleg yang mendadak menjadi error alias stress / gila lantaran perolehan suaranya jauh dari harapan atau gagal untuk menjadi anggota dewan yang terhormat. Mengapa gejala stress itu muncul dan menimpa mereka ? Karena mereka lebih siap untuk menang daripada siap untuk kalah, padahal dalam sebuah kompetisi kalah menang adalah hal yang biasa saja. Mereka yang gila karena gagal semata-mata sudah bermimpi terlalu tinggi seolah-oleh sudah menang, mereka membayangkan nikmatnya menjadi pejabat, uang di mana-mana, belum lagi menjadi terkenal dan segala fasilitas yang menumpuk, semua itu sudah memenuhi kepala mereka, sehingga tatkala semua impian itu musnah, jiwanya drop ibarat handphone yang jarang dicharge, akibatnya error deh kalau komputer ng-heng gitulah.

Apa yang terjadi terhadap para caleg bisa juga terjadi kepada saya maupun Anda, karena hidup ini pada dasarnya adalah kompetisi. Di mana-mana terjadi persaingan, tidak di rumah, di lingkungan komplek tempat tinggal, di pasar, mall , sekolah bahkan perkantoran, semuanya adalah kompetisi, karena itu menang dan kalah bakal menjadi konsekuensinya. Di rumah ibu mencoba memasak makanan yang enak, ternyata tidak semua anggota keluarga suka, ada saja yang menggerutu, bilang kurang ini-lah kurang itu-lah, belum apa-apa sang ibu harus berhadapan dengan kegagalan lantaran keluarganya tidak bisa menikmati secara utuh kelezatan masakannya. Di sekolah anak harus bersaing mendapat nilai terbaik agar lulus sekolah dan dapat meneruskan ke sekolah favorit. Di pasar antara pedagang dan pembeli terjadi persaingan dalam tawar-menawar harga, siapa yang menang ? Kadang pedagang kadang pula pembeli meski seringnya draw alias mencari harga di tengah-tengah yang disepakati bersama, apalagi k alau berbicara di kantor / perusahaan di mana sang ayah berusaha untuk memberikan yang terbaik dari pekerjaannya agar dapat naik jabatan dan mendapatkan kenaikan upah, meski untuk itu sang ayah harus bersiap menghadapi rekan-rekan kerjanya yang juga memiliki keinginan yang sama, dan masih banyak lagi contoh yang menunjukkan bahwa hidup ini sesungguhnya kompetisi, kalau dalam bahasa agamanya fastabikunal khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Ironisnya meski sudah mengetahui bahwa hidup ini adalah kompetisi, masih banyak dari kita yang tidak cukup mengerti, bahwa mempelajari tentang seni menghadapi kegagalan itu sangat penting. Bukan terus-menerus menebar mimpi akan kemenangan. Mengingat begitu pentingnya ilmu untuk hadapi kegagalan maka saya bertekad untuk mengkaji lebih dalam tentang persoalan ini, mudah-mudahan bisa membantu diri saya maupun kawan-kawan lainnya untuk kian memahami tentang konsep kegagalan secara tepat dan benar.

Jika memiliki infromasi lebih jauh tentang tema kegagalan ini silahkan untuk berbagi dengan saya, pasti akan sangat berarti sekali lho. ( SM )


Beri tanggapan

Your response:

Kategori