Hidup kian mencekik leher bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kemiskinan masih menjadi racun mematikan yang menakutkan bangsa ini, tak ayal ketidakpuasan tercetus di mana-mana. Bagi kaum papa perjuangan untuk mendapatkan hak hidup yang lebih baik tak pernah berhenti, begitu pula bagi kaum kaya upaya menambah pundi-pundi emas merekapun seolah tak mau kalah, terus bertambah, bertambah dan bertambah meski tak lagi peduli orang lain.
Kemarin saya mampir ke sebuah toko buku ternama di republik ini, sudah lama rasanya tidak mampir ke toko buku, maka meski di tengah kesulitan ekonomi seperti sekarang ini, kaki ini akhirnya sampai juga di hadapan beribu-ribu buku di dalam toko tersebut. Setelah berjalan ke sana kemari, melihat buku-buku yang menarik, meski hanya covernya saja, karena kebanyakan bukunya di segel alias di plastik-in yang membuat saya tidak bisa membaca isinya selain hanya sinopsisnya saja yang terletak di belakang buku tersebut.
Di sebuah sudut saya tertarik dengan sebuah buku yang judulnya Marketing Bahlul, penulisnya saya lupa lagi. Dalam buku tersebut ada sebuah cerita yang menarik, bagaimana sekarang ini untuk bisa menjual sesuatu menghalalkan segala cara sudah menjadi hal yang biasa. Disebutkan tentang pola menjual apartmen yang juga menjual isinya, maksud isinya di sini bukan sekedar furniture atau elektronik, tapi ‘ perempuan ‘ yang bisa menemani hingga batas waktu tertentu sesuai kesepakatan. Tentu penjualan semacam ini tidak menjadi kebijakan resmi perusahaan, itu bagian dari kreatifitas marketing saja. Sang penulis buku mencoba melakukan penyelidikan tentang pola penjualan terselubung tersebut, akhirnya benar juga, ia ditawari wanita dengan berbagai bentuknya asal mau membeli sebuah apartmen yang sedang dijual. Singkat cerita karena sang penulis adalah seorang yang paham agama maka dengan kemampuan dakwahnya yang elegan, malah sang marketing yang akhirnya memilih untuk tobat. Tentu bagi yang penasaran dengan buku tersebut silahkan cari di toko buku terdekat dengan judul yang sama, mudah-mudahan terpuaskan.
Kenapa hal ini saya angkat dalam tulisan saya ? Bagi saya pekerjaan sebagai marekting selalu menarik, karena tanpa kita sadari, siapapun sebenarnya sudah melakukan aktifitas menjual dalam kehidupan sehari-hari, apakah itu menjual ide atau gagasan, menjual karya bahkan sampai barang, asal jangan menjual diri saja seperti kisah di atas, karena selain dosa juga akan mengundang malapetaka, tidak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang-orang disekitarnya.
Menjadi seorang marketing tak mesti dengan menghalalkan segala cara, karena biasanya kesuksesan tidak akan pernah dicapai dengan cara demikian, bayangkan saja untuk menjual sebuah apartmen sampai juga harus menjual diri alias melacur, apa untungnya ? Jika dipikir uang mampu membeli segalanya tentu salah besar, buat apa punya uang banyak tapi kemudian punya penyakit parah atau hidup jauh dari ketenangan ? Seorang PSK sehebat apapun kehidupannya pasti jauh dari kedamaian dan ketenangan, hari-harinya akan dilewati dengan air mata, karena dirinya sudah tidak ada harganya lagi, ia seperti maaf ‘ binatang ‘ yang bisa dipakai siapa saja, tak punya kehormatan dan harga diri, biasanya orang-orang yang tak lagi punya keduanya itu hidupnya seperti sampah, ya cobalah tonton acara reality show Terme*** – me*** , lihat bagaimana susahnya hidup sebagai wanita simpanan, wanita selingkuhan dan PSK .
Sebenarnya masih banyak jalan untuk bisa hidup sukses dengan cara yang baik, Tuhan itu adil, tidak mungkin Dia mempermudah orang untuk maksiat tapi kemudian mempersulit orang untuk berbuat kebaikan, dalam keduanya telah ada ukurannya masing-masing, dan setiap orang sesungguhnya mampu untuk melalui keduanya, tinggal pertanyaannya mau pilih jalan yang mana ? Maka untuk bisa menjadi seorang master dalam dunia marketing tak perlu dengan menghalalkan segala cara, cukup pilih cara yang baik dan kreatif, pasti tetap bisa menjual kok.
Tulisan ini sekedar berbagi opini saja, sorry kalau tidak berkenan. ( SM )
